Sunday, March 4, 2018

Enggak Nyangka! Ini Misteri di Balik Lagu Nina Bobo yang Bikin Merinding



Waktu kecil dulu kita mungkin sering dinyanyiin lagu Nina Bobo supaya cepat tidur sama ortu kita. Lagu dengan lirik yang mudah diingat ini terdengar biasa aja buat kita. Tapi ternyata lagu ini punya sejarah yang cukup bikin merinding. Penasaran? Ini dia misteri di balik lagu nina bobo.

Versi Helenina

Anak kecil bernama Helenina yang biasa dipanggil Nina lahir dalam sebuah keluarga kecil dengan ayah yang asli Belanda sementara ibunya berasal dari Jawa. Karena Nina sering susah tidur, ibunya yang bernama Mustika sering menyenandungkan serangkaian nada untuk menidurkannya. Van Rodjnik, sang ayah, kemudian membuat lirik buat senandung istrinya, kayak yang kita tahu sekarang. Sayangnya Nina sakit parah dan meninggal pada umur 6 tahun.

Sepeninggal Nina, Van Rodjnik sering mendengar Mustika masih menyanyikan lagu pengantar tidur. Istrinya mengaku kalau dia sering mendengar tanginan Nina yang minta dinyanyikan. Mustika terus melakukan hal ini setiap malam sampai meninggal. Giliran Van Rodjnik yang dihantui oleh anaknya sehingga mau enggak mau ikut menyanyikan lagu tersebut sampai meninggal.

Setelah itu mulai tersebar kepercayaan kalau kita menyanyikan lagu nina bobo buat menidurkan anak kecil, arwah Nina akan datang buat menjaga anak tersebut selama tidur.

Versi Nina Mijk

Masih berhubungan sama gadis Belanda, kali ini yang bernama Nina Mijk. Suatu malam saat hujan disertai petir kencang, tiba-tiba Nina menjeritkan-jerit kayak orang lagi kesurupan. Enggak cuma itu, badannya juga kayak terlipat-lipat aneh.

Setelah kejadian mengerikan tersebut, hal yang sama terus berulang tiap malam. Bahkan Nina sampai harus diikat dan dipasung supaya enggak melukai dirinya sendiri. Melihat kejadian di luar logika yang dialami anaknya, sang ayah meninggalkan Nina dan ibunya untuk kembali ke negara asalnya, disusul para pembantu yang ketakutan, sampai akhirnya cuma ada Nina dan ibunya di rumah yang enggak terurus.

Suatu malam, ibunya menemukan kalau Nina enggak menjerit-jerit lagi kayak biasanya. Karena penasaran, ibunya mengintip dan melihat Nina duduk di atas kasur sambil menangis. Saat ibunya masuk dan memeluknya, Nina meminta sang ibu menyanyikan lagu pengantar tidur karena katanya dia udah sangat lelah. Nina pun tertidur setelah mendengar nyanyian ibunya dan enggak pernah bangun lagi.
\

Saturday, March 3, 2018

Didik Menangis Peragakan Kembali Detik-detik Dia Membunuh Lalu Mengecor Tubuh Fitri



KENDAL - Didik Ponco (28), tersangka pembunuhan Fitri Anggraeni yang jasadnya dikubur dan disemen dalam bak mandi, menangis.

Tersangka menangis setelah memperagakan adegan rekonstruksi yang digelar Polres Kendal, Jumat (2/3/2018) sore.

Air matanya tak tertahan jatuh saat mengingat adegan demi adegan pembunuhan yang dilakukannya kepada wanita yang sering disapa Eni ini.

Air matanya langsung mengalir deras saat dirinya dicerca pertanyaan dari wartawan terkait peristiwa yang terjadi bulan Februari lalu.

“Iya saya menjerat leher korban menggunakan kain selama 20 menit,” ujarnya.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Kendal itu dimulai dari adegan penjemputan korban menggunakan mobil Avanza.

Tersangka menjemput korban, Jumat siang dan saat itu diketahui oleh ibu korban.Korban selanjutnya diajak tersangka menuju rumah tersangka di Dusun Krajan, Desa Puguh, Boja.Di dalam rumah tersangka, korban dan dirinya melakukan hubungan badan.

Setelah berhubungan badan, timbullah cekcok antara korban dan tersangka lantaran permasalahan uang.Tersangka merasa perkataan korban yang menyebutnya sebagai pria tak bermodal, menyakiti hatinya.

Didik kemudian mendorong korban hingga tersungkur kemudian ditindih menggunakan lutut. Tak sampai disitu kepala korban dibenturkan di tepi ranjang dan dijerat menggunakan kain yang berada tak jauh dari ranjang.

Korban akhirnya tewas di tangan tersangka.Untuk memastikan kematian korban, tersangka kembali membelit kepala korban menggunakan jarik selanjutnya dibungkus menggunakan plastik.

"Takutnya masih hidup, makanya saya belit menggunakan kain dan saya bungkus dengan plastik," ungkapnya. Untuk menyembunyikan jejak perbuatannya, Didik memasukkan mayat korban ke dalam bak mandinya.

Lalu, dia menutup mayat korban di bak mandi dengan pasir dan mengecornya memakai semen hingga tiga lapis.Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar menjelaskan ketika rekonstruksi dilakukan, tersangka memperagakan 10 adegan.

“Sepuluh adegan dilakukan untuk mencocokkan keterangan di berita acara dengan adegan secara riil peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka,” ujarnya.

Aris menambahkan setelah melihat rekonstruksi yang diperagakan oleh tersangka maka tersangka akan dijerat dengan undang-undang KUHP pasal 338, 339 dan 3340.

"Ancaman hukumannya adalah hukum kurungan maksimal seumur hidup," tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya Didik tega membunuh Eni yang merupakan seorang pemandu karaoke dan juga kekasihnya.

Tersangka sebenarnya juga telah memiliki seorang istri dan sang istri merupakan teman dekat korban. Sebelum kasus pembunuhan ini, Didik pernah masuk penjara karena kasus pencurian sepeda motor yang dilakukannya.


Setelah Berjam-jam Bedah Tengkorak, Dokter Ini Baru Sadar Telah Operasi Pasien yang Salah



VipArtikel - Empat petugas medis di sebuah rumah sakit ternama di Kenya dijatuhi hukuman skors karena telah melakukan tindakan operasi pada pasien yang salah.

Insiden tersebut terjadi di rumah sakit nasional Kenyatta, Nairobi, Tim medis telah melakukan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan gumpalan darah di otak.

Namun setelah proses operasi berlangsung dan tengkorak kepala pasien telah dibuka, mereka baru menyadari jika mereka melakukan operasi pada pasien yang salah.

Dokter baru menyadari kesalahan tersebut setelah tindakan operasi berjam-jam dan tidak menemukan adanya pembekuan darah di otak pasien.

Investigasi yang dilakukan surat kabar harian nasional mengungkapkan, dua pria telah dibawa ke rumah sakit itu pada Minggu (25/2/2018) lalu.

Seorang pria membutuhkan tindakan operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah di otaknya, sementara seorang lainnya hanya membutuhkan pengobatan untuk kepalanya yang bengkak.

Diduga insiden terjadi lantaran kesalahan pada pemasangan label pasien menyebabkan tindakan medis keduanya tertukar.

Empat petugas medis yang diberi sanksi yakni seorang dokter bedah, dua perawat dan seorang dokter anestesi.

CEO Rumah Sakit Nasional Kenyatta, Lily Koros menyampaikan penyesalannya atas terjadinya insiden ini.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa ini dan telah melakukan semua yang perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien yang bersangkutan."

"Kami bersyukur dapat menyampaikan bahwa pasien kini telah dalam tahap pemulihan dan kondisinya semakin membaik," kata Koros.

Menteri Kesehatan Kenya Sicily Kariuki juga telah menskors CEO rumah sakit karena kasus tersebut.

Namun langkah manajemen rumah sakit yang telah menjatuhkan sanksi pada dokter yang melakukan prosedur pembedahan justru dikecam rekan dokter lainnya.

Mereka menyebut kesalahan pertama terletak pada petugas yang memasang label pada pasien.

Selain itu, serikat dokter juga menuduh rumah sakit telah terbebani dengan jumlah tenaga medis yang tak memadai.

Rumah sakit nasional Kenyatta merupakan rumah sakit terbesar dan tertua di Kenya. Rumah sakit tersebut juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan.


Friday, March 2, 2018

AHOK Masih bisa jadi Capres





Jakarta - Lembaga survei Populi Center merilis hasil survei elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hasilnya, untuk capres, sosok Joko Widodo atau Jokowi masih menduduki peringkat paling atas, yakni sebesar 52,8 persen.

Sedangkan untuk cawapres nama Jusuf Kalla atau JK di peringkat pertama dengan persentase sebesar 15,3 persen mengalahkan Gatot Nurmantyo ataupun Anies Baswedan.

Dari hasil rilis survei tersebut terdapat sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam elektabilitas capres ataupun cawapres.

Dalam elektabilitas capres, Ahok mendapatkan persentase sebesar 0,4 persen setara dengan Mantan Presiden ke-3 BJ Habibie. Namun, perolehan itu masih dibawah anak sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Tak hanya itu, untuk cawapres Ahok mendapatkan urutan ke-8 dengan persentase 2,0 persen dan mengalahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Jokowi.

"Kalau untuk nama Ahok bisa jadi (naik elektabilitasnya), enggak tahu masa tahanannya sampai kapan. Itu juga berpengaruh pada elektabilitas," kata Peniliti Populi Center, Hartanto Rosojati di Kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Rabu 28 Februari 2018.

Padahal saat ini, Mantan Bupati Belitung Timur ini tengah menjalankan masa tahanan kasus penistaan agama di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Dicerai hingga Terancam Buta, Ini 5 Kisah Tragis Karena Kecanduan Main Game



Entah hanya sebatas melepas penat sehari-hari dan bersosialisasi, pasti banyak dari kamu yang bermain game di smartphone, PC, atau konsol. Namun, meski menjadi salah satu kegiatan yang menghibur, banyak orang yang lupa waktu karena bermain game.

Terbukti, banyak kasus tragis di dunia yang melibatkan gamer yang sering lupa waktu dan kecanduan bermain game. Mereka bahkan rela berhari-hari menatap layar monitor atau smartphone hanya untuk bermain game.

Tak hanya berakibat terhadap kesehatan, kecanduan bermain game pun dapat menimbulkan masalah sosial. Tanpa panjang lebar, berikut adalah 5 kisah tragis yang diakibatkan kecanduan game.

1. Dilarang Pulang ke Rumah



Pada tahun 2016, polisi Tiongkok menemukan pemuda 19 tahun dalam kondisi tak sadarkan diri di pinggir rel kereta api. Mengalami luka-luka pada kedua kakinya, pria ini ternyata harus berjalan tanpa tujuan karena ditolak pulang ke rumah oleh orangtuanya.

Setelah diselidiki lebih lanjut, hal itu terjadi karena pemuda tersebut sudah enam hari tak pulang karena terlalu asyik bermain game online di kafe internet.

2. Lumpuh Setengah Badan ke Bawah



Masih dari Tiongkok, belum lama ini dikabarkan seorang pemuda lumpuh dari pinggang ke bawah diakibatkan bermain game. Pemuda yang belum diketahui namanya itu kabarnya bermain game di kafe internet selama 20 jam tanpa henti.

Kabarnya, ia tak bisa menggerakkan anggota tubuh dari pinggang ke bawah saat ingin ke kamar mandi. Teman-temannya pun langsung memanggil ambulans pada saat itu juga.

3. Tewas Karena Main Warcraft Selama 23 Jam


Seorang pria di Tiongkok ditemukan tewas setelah bermain game Warcraft di sebuah warnet selama 23 jam. Nahasnya, orang-orang sekitar baru tahu ia meninggal setelah 10 jam.

Operator yang bertugas di warnet terkejut melihat pria ini wajahnya telah menghitam ketika mendekati mejanya. Tampak, posisi tangan pemuda itu masih dalam keadaan memegang keyboard.

4. Dicerai Istri



Keluar dari Tiongkok, pria 51 tahun asal Australia ini dicerai istrinya karena sebuah game. Pria ini disebutkan kecanduan bermain game online berjudul Second Life.

Tampil dengan genre simulasi seperti game The Sims. Sang istri merasa terganggu dengan rutinitas bermain game suaminya.

Diketahui, pria yang tidak disebutkan namanya tersebut bisa menghabiskan 25 jam selama seminggu hanya untuk bermain game. Berbekal alasan itu, ia pun mantap menceraikannya.

5. Terancam Buta Karena Main Game di Smartphone



Tak hanya para lelaki, wanita pun bisa kecanduan game. Salah satu wanita tersebut adalah Wu. Kabarnya, Wu telah memainkan game di smartphone-nya selama delapan jam tanpa henti.

Karena hal tersebut, salah satu matanya pun tidak bisa melihat dan terancam buta. Gadis 21 tahun ini mengira ia hanya kelelahan dan memutuskan untuk tidur.

Keesokkan harinya, kondisi Wu tak kunjung membaik. Setelah dilakukan pemeriksaan, ia dinyatakan mengalami obstruksi arteri retina yang mengancam penglihatan sebelah matanya.


Thursday, March 1, 2018

Modus Selebgram Angela Lee Tipu Warga Yogya hingga Rp12 Miliar



Seorang model sekaligus selebritas Instagram (selebgram) bernama Angela Charlie alias Angela Lee ditangkap petugas Polres Sleman lantaran menipu dan melakukan pencucian uang. Akibat aksi perempuan 31 tahun itu, korban mengalami kerugian hingga Rp12 miliar.

Angela ditangkap bersama suaminya, David Hardian Sugito (36). Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman, AKP Rony Are, Angela dan suaminya dilaporkan Santosa Tandyo warga Kota Yogya setelah merasa ditipu oleh keduanya.

Angela dilaporkan atas dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang.

"Pelaku kami panggil pada 5 Februari 2018. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya langsung ditahan di Polres Sleman," kata dia saat jumpa pers di Polres Sleman, Rabu, 28 Februari 2018.

Ia menerangkan, kasus berawal saat Santoso menginvestasikan uangnya untuk bisnis tas impor yang dijalankan Angela sejak Februari 2017. Angela bisnis tas impor dengan berbagai merek, mulai dari Hermes, Chanel, hingga Chopard.

Dua bulan pertama, bisnis Angela berjalan lancar. Namun, bisnis tersebut mulai macet saat memasuki Mei 2017. Saat bisnis mulai macet, Angela tidak jujur kepada orang yang berinvestasi.

Gali Lubang, Tutup Lubang



Uang investasi yang diberikan Santoso secara bertahap itu malah digunakan untuk membayar utang kepada orang lain. Selain itu, uang juga digunakan untuk membeli rumah dan sejumlah mobil, seperti Rubicon Wrangler.

Total nilai investasi yang Santoso berikan kepada Angela senilai Rp12 miliar. "Perjanjiannya, ada keuntungan 10 persen. Enam persen untuk pelaku [Angela dan suami], dan empat persennya untuk yang investasi," katanya.

Namun, perjanjian itu tak terlaksana hingga akhirnya keduanya dijerat dengan pada Pasal 3 dan Pasal 4 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

"Barang bukti yang kami sita ada 43 buah tas, mobil, sebuah gawai, beberapa kartu ATM, dan sejumlah dokumen barang bukti. Barang bukti bernilai tinggi kami titipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negera," kata Rony.

Sementara itu, Angela mengaku uang investasi yang dia dapat itu memang digunakan untuk membeli rumah, bayar utang, dan membeli mobil. "Tasnya kan tidak lalu, uangnya dipakai untuk yang lain," katanya.

Hentikan Kebiasaan Mengupil, Ini Bahayanya



VIPArtikel - Mengupil atau mengambil kotoran hidung dengan tangan adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan banyak orang. Meski dianggap jorok, kebiasaan ini rupanya sulit untuk ditinggalkan.

Salah satu alasan sulitnya meninggalkan kebiasaan ini adalah risihnya seseorang ketika hidungnya terasa "kotor" atau tersumbat.

Tapi, selain jorok, adakah dampak kesehatan yang mungkin terjadi dengan kebiasaan ini?

"Mungkin satu hal yang paling dikhawatirkan adalah trauma jari, sebuah istilah keren untuk pendarahan yang berkaitan dengan kegiatan mengupil," ungkap Dr Brett Comer, asisten otolaringologi di University of Kentucky, AS, dikutip dari Time, Rabu (28/2/2018).

Rentan Terluka

Kekhawatiran Comer bukan tanpa alasan. Hal itu disebabkan kulit bagian dalam hidung lebih halus dibanding kulit luarnya.

Menurut Comer, inilah yang membuat kulit dalam hidung lebih rentan terhadap kerusakan.

Begitu kerusakan terjadi, bagian dalam hidung akan lambat memperbaiki dirinya sendiri. Apalagi, goresan atau luka di dalam lubang hidung akan berkembang menjadi kerak atau koreng.

Comer menyebut, koreng ini menjengkelkan dan memakan waktu beberapa minggu untuk sembuh.

"Anda merasakannya, dan Anda akan mengupil lagi, yang membuka kembali luka tersebut dan membuat makin banyak goresan sehingga membuat Anda terus mengupil," ujarnya.

"Ini lingkaran setan," tegas Comer.

Infeksi Kuman

Pendapat lain diungkapkan Dr Vijay Ramakrishnan, profesor otolaringolog di University of Colorado, AS. Dia mengatakan, selain luka, infeksi terkait mengupil juga harus menjadi perhatian.

Bagian bawah kuku jari merupakan tempat bersarangnya bakteri. Jika seseorang mengupil dengan kasar dan terlalu sering hingga menghilangkan kulit dalam hidung, kuman di ujung jari bisa masuk ke lokasi luka tersebut.

Meski infeksi signifikan jarang terjadi, infeksi superfisial seperti terjadi kantong bernanah berisi bakter mungkin saja terjadi.

Tak hanya itu, infeksi virus seperti flu juga bisa terjadi akibat kebiasaan buruk ini. Itu karena kuman yang menyebabkan demam dan flu bisa saja masuk ke tubuh melalui hidung.

Dalam lubang hidung, terdapat beberapa "pintu" yang memungkinkan mikroorganisme masuk ke dalam tubuh Anda.

Apalagi, jika Anda seharian beraktivitas di luar rumah, menaiki angkutan umum, berbelanja, memegang gagang pintu, dan lain sebagainya. Bayangkan berapa banyak kuman di ujung jari Anda yang digunakan untuk mengupil.

Kasus Ekstrem

Dalam beberapa kasus ekstrem, mengupil bahkan bisa merusak septum atau dinding yang membagi rongga hidung. Mengupil sepanjang waktu bisa menghilangkan lapisan mukosa (lapisan lembap) dan tulang rawan septum yang mendasar.

Ramakhrisnan menyebut, hal ini bisa membuat lubang di septum hidung. Penelitiannya juga menunjukkan bahwa jenis perforasi (lubang) septum ini bisa menyebabkan rasa sakit, mimisan, dan gejalan lainnya.

Sebagai catatan, perforasi septum hidung ini sering kali sulit diperbaiki.

Cara Berhenti

Meski bukan kasus yang benar-benar gawat, tapi membiasakan diri tidak mengupil harus dilakukan. Tapi bagaimana caranya?

Anda bisa menggunakan perban di jari tangan. Ini bisa membuat Anda kurang nyaman untuk mengupil.

Namun, jika hidung Anda terasa benar-benar kering dan gatal, tentu mengupil tak bisa dihindarkan. Untuk itu, Comer menyarankan untuk membasahi hidung Anda dengan semprotan garam atau menggunakan pelembap di malam hari.

Lain soal jika Anda berada dalam lingkaran setan dengan koreng dalam hidung seperti di atas. Untuk mengatasi hal ini, Comer menyarankan untuk memberikan petroleum jelly di tempat luka, tentunya tidak dengan jari tangan melainkan dengan cotton bud atau kapas.

Pemberian petroleum jelly ini dimaksudkan untuk menjaga daerah luka tetap terhidrasi dan membantu penyembuhan.

Selain itu, memangkas rambut hidung juga disarankan untuk mengurangi iritasi. Dengan rambut hidung yang pendek, ini bisa menahan keinginan untuk mengupil.